.:: Kunci Sukses Meraih Cita-cita ::.  

Diposting oleh backlist87

Assalamu'allaikum Wr Wb

Ahlan Wah sahlan Sahabat-sahabatku..Baiklah kali ini saya akan mencoba untuk berbagi tips bagaimana agar tujuan yang ingin kita capai itu berhasil. Langsung saja ya:

1. Hal yang pertama yang harus kita lakukakan adalah bersihkan niat terlebih dahulu. Niatlah apa yang kita lakukan mendapatkan ridho dari allah, bermanfaat nantinya buat kita sendiri dan juga orang disekitar kita. Kenapa harus niat yang baik? Karena hal ini akan menjernihkan tujuan kita sebenarnya tanpa ada sifat-sifat buruk yang akan membuat hilangnya konsentrasi dan membuat tujuan awal menjadi rusak. Selain itu ini sangat berguna sebagai sugesti/dorongan untuk kita tetap semangat dalam menjalankan rencana.

2. Buatlah rencana kerja (Plan map) yang solid dan dapat dilakukan dengan disiplin tepat waktu. Buatlah rencana kerja dengan menempatkan tata kerja yang berurutan dari yang perlu dilakukan hingga tahap finishing.

3. Awali pekerjaan dengan mengucapkan lafaz basmalah dan akhiri dengan lafaz hamdalah. Hal ini akan membantu kita dalam menjernihkan niat dan tujuan semula.

4. Teruslah bekerja, pantang menyerah, ingat selalu dengan niat awal yang jernih.

5. Yakinlah Allah akan selalu menyertai kita dalam usaha kebaikan di jalan Allah, apapun itu yang sedang kita kerjakan.Ya itu dulu yang bisa ana bagikan bagi Sahabat-sahabat..mungkin sepele yang saya bagi itu..tapi yakinlah dari yang kecil itu insya Allah sangat berguna..

Wassalam

Seni Menata Hati dalam Bergaul  

Diposting oleh backlist87

Pergaulan yang asli adalah pergaulan dari hati ke hati yang penuh keikhlasan, yang insya Allah akan terasa sangat indah dan menyenangkan. Pergaulan yang penuh rekayasa dan tipu daya demi kepentingan yang bernilai rendah tidak akan pernah langgeng dan cenderung menjadi masalah.

1. Aku Bukan Ancaman Bagimu

Kita tidak boleh menjadi seorang yang merugikan orang lain, terlebih kalau kita simak Rasulullah Saw. bersabda, "Muslim yang terbaik adalah muslim yang muslim lainnya selamat/merasa aman dari gangguan lisan dan tagannya." (HR. Bukhari)
Hindari penghinaan
Apapun yang bersifat merendahkan, ejekan, penghinaan dalam bentuk apapun terhadap seseorang, baik tentang kepribadian, bentuk tubuh, dan sebagainya, jangan pernah dilakukan, karena tak ada masalah yang selesai dengan penghinaan, mencela, merendahkan, yang ada adalah perasaan sakit hati serta rasa dendam.
Hindari ikut campur urusan pribadi
Hindari pula ikut campur urusan pribadi seseorang yang tidak ada manfaatnya jika kita terlibat. Seperti yang kita maklumi setiap orang punya urusan pribadi yang sangat sensitif, yang bila terusik niscaya akan menimbulkan keberangan.
Hindari memotong pembicaraan
Sungguh dongkol bila kita sedang berbicara kemudian tiba-tiba dipotong dan disangkal, berbeda halnya bila uraian tuntas dan kemudian dikoreksi dengan cara yag arif, niscaya kita pun berkecenderungan menghargainya bahkan mungkin menerimanya. Maka latihlah diri kita untuk bersabar dalam mendengar dan mengoreksi dengan cara yang terbak pada waktu yang tepat.
Hindari membandingkan
Jangan pernah dengan sengaja membandingkan jasa, kebaikan, penamplan, harta, kedudukan seseorang sehingga yang mendengarnya merasa dirinya tidak berharga, rendah atau merasa terhina.
Jangan membela musuhnya, mencaci kawannya
Membela musuh maka dianggap bergabung dengan musuhnya, begitu pula mencaci kawannya berarti memusuhi dirinya. Bersikaplah yang netral, sepanjang diri kita menginginkan kebaikan bagi semua pihak, dan sadar bahwa untuk berubah harus siap menjalani proses dan tahapan.
Hindari merusak kebahagiannya
Bila seseorang sedang berbahagia, janganlah melakukan tindakan yang akan merusak kebahagiaanya. Misalkan ada seseorang yang merasa beruntung mendapatkan hadiah dari luar negeri, padahal kita tauh persis bahwa barang tersebut buatan dalam negeri, maka kita tak perlu menyampaikannya, biarlah dia berbahagia mendapatkan oleh-oleh tersebut.

Jangan mengungkit masa lalu

Apalagi jika yang diungkit adalah kesalahan, aib atau kekurangan yang sedang berusaha ditutupi.

Ingatlah bahwa setiap orang memiliki kesalahan yang sangat ingin disembunyikannya, termasuk diri kita, maka jangan pernah usil untuk mengungkit dan membeberkannya, hal seperti ini sama dengan mengajak bermusuhan.

"Sumber dari KH. Abdullah Gymnastiar"